My Review ; Avatar : The Legend of Korra Season 1 Episodes 01-07 – Torrent –

thank you for :

www.torrentz.eu

www.kat.ph

Utorrent 3.1.3 Software

www.subscene.com (credits for INA-SUB)

seneng rasanya bisa nonton The Legend Of Korra, tanpa nunggu lama, keluar di torrent list, langsung add tracker, download film, download subtitle, dan menikmati ceritanya..

—————————————————————————————————-

FYI aja nih : kalau hanya sebatas nonton, kualitas TV HD cukup bagus untuk dinikmati, walau bukan best quality, at least more better and watchable, menurutku..

++ sizenya kecil, 1 episodenya hanya 188 MB (+ -)

++Lebih cepet downloadnya

++Lebih cepet keluarnya di list torrent, sesaat setelah penayangan world premiernya, jadinya bisa jadi salah satu orang yang pertama nonton episodenya setelah penayangannya

– Nyari subtitle yang udah di re-sync susah banget, jadi harus re-sync sendiri (Adjust first time spoken, dan last time spoken, dont worry… dengan sedikit ilmu, bisa di re-sync di Subtitle Workshop Software ;) )

—————————————————————————————————

walaupun nggak se-seru yang dibayangkan, nggak se-lucu serial Avatar Aang… tapi ada beberapa yang lucu dari anak-anaknya Tenzin , Tenzin itu anak bungsu (ke-3) dari pasangan Aang-Katara

Avatar Korra punya karakter yang banyak berbeda dari Aang, berbeda dari Aang yang rendah hati dari title-Avatar-nya, cewek yang bernama Korra ini sangat percaya diri, senang dipuji, bangga dengan kepopulerannya, bandel. keras kepala, bad manners, fun, anti-sad, gigih, cukup berani (walau di episode 3 – the revelation , dia sempet sangat takut dengan Amon)

—————————————————————————————————————————————-

mari kita bahas per episode :

Season 1 – Episode 01-2 Welcome to Republic City & A Leaf in the Wind

episode 1 menceritakan kalau Aang sudah tiada (sedih dengernya)… nyaris semua karakter di seri The Last Airbender tuh nggak ada, hanya tertinggal Katara dan Zuko, itu pun sebentar, dan udah nggak sama karakter-nya, karena mereka dah sangat tua..

Aang dulu kesulitan belajar FireBender, kali ini Korra kesulitan AirBender, jadinya harus belajar dengan Tenzin di Republic City – yang ternyata banyak kebobrokan di dalam kota -

Komentar saya: Jadi kayak Republik Indonesia, banyak yang bisa disogok, dan banyak homeless nggak terurus , dan nggak adanya keadilan dimana-mana. hahaha..

Episode 2 : The Leaf in the Wind

maksud dari judulnya adalah, pengendalian udara tuh harus bisa melayang seperti daun yang tertiup angin

disini Korra kesulitan mengendalikan jiwa dan emosinya, nggak sabaran, dan pemarah…. istilahnya, jiwa yang nggak bisa diam… tapi akhirnya dia lari dari tenzin, dan ikut kejuaraan pro-bender fighting…. dimana dia disana belajar bertarung dengan bending

komentar saya : seneng banget ada kompetisi pro -bending ini di sela sela film-nya, jadi kayak kompetisi Quidditch-nya Harry Potter, selalu ada yang menegangkan, dan bikin emosi penonton :)

————————————————————————————————————————————————-

Episode-3 dan 4 The Revelation and The Voice in the Night

Bukan Episode yang menyenangkan, bercerita tentang kelompok anti – bending yang bernama equalist, dipimpin oleh Amon.. yang bisa menghilangkan kemampuan pengendalian secara permanen dengan bolt, dan secara temporary dengan chi-blocker

Penulisnya (Bryan and Michael) pengen nunjukkin, kalo Korra nggak lebih dari manusia biasa yang jg punya rasa takut, seperti halnya dulu Aang pernah kabur dan bertahun tahun ada di balok es…

Korra ketakutan bendingnya dihilangkan oleh Amon…

Komentar : Penjahat kali ini nggak ada menarik-menariknya, kalo dulu, musuhnya Aang, (Azula dan Zuko) punya sisi menarik dari karakternya, tapi Amon dibalaik topeng, dan sangat nggak menarik.

—————————————————————————————————————————————

Episode 5-6 The Spirits of Competition & The Winner is…..

Episode yang paling saya suka itu episode 5, dimana Korra jatuh cinta ke Mako, dan terjadi Love Triangle….

antara Asami-Mako-Korra , dan Antara Mako-Korra-Bolin….  banyak kecemburuan, fighting, etc..

nah yang episode 5-6 ini cukup seru… cerita lengkapnya harus ditonton sendiri…. hehehe

cant hardly wait for episode 7

—————————————————————————————————————————————-

Over all :

– Penonton sangat kehilangan Sokka, tokoh lucu dan cerdas kakaknya Katara

–Karakter-karakter di Avatar : The Last Airbender banyak mengajarkan kita, dan banyak quotes yang sangat berarti, contoh : Kata-kata Pamannya Zuko kepada Zuko yang sedang mencari jatidirinya, Kata-kata Avatar Avatar terdahulu kepada Aang , intiya, Aang banyak pencerahan dalam avatar-nya, tapi Korra sungguh Hopeless..

++ Wishing, in next episodes … The Avatar Series’s Fans can find some useful quotes from what they said on episodes, just like we found in The Last airbender Series…

That’s All from me. just for today…

I’ll Update if there’s more episodes……

Note : If u find interest in this series, please give me some comments ;)

Solution for Powerpoint 2007 has stopped working (fault module : oart.dll)

Latest days I’ve been confused about my PowerPoint appcrash…. it says “Microsoft Power Point has Stopped working”…

i’m using Windows 7 Ultimate on Intel Core i3,

here’s the details of error :

Problem Event Name: APPCRASH
Application Name: POWERPNT.EXE
Application Version: 12.0.4518.1014
Application Timestamp: 45428035
Fault Module Name: oart.dll
Fault Module Version: 12.0.4518.1014
Fault Module Timestamp: 454283f8
Exception Code: c0000090
Exception Offset: 00095614
OS Version: 6.1.7600.2.0.0.256.1
Locale ID: 1057

Additional information about the problem:
LCID: 1033
Brand: Office12Crash
skulcid: 1033

i’ve searched all many solution in google… but all i get is just an information that oart.dll is an office art file…

so i searched how to fix an oart.dll file… i found the hotfix, but it says it must upgrade to sp3 first…

i’ll go to see my version (Office Button –>PowerPoint option –> resources –>about), and i found my ms. office 2007 has not been upgraded yet…. yeah it’s an old version : 12.0.4518.1014

in September 2011, Microsoft has released Service Pack 3 for Microsoft Office 2007

it’s THE SIMPLE THING to fix the solution about APPCRASH (Stopped working) –> Upgrade to Service Pack 3

IT’S FINALLY WORKS FOR ME

here’s the link :

http://www.microsoft.com/download/en/details.aspx?id=27838

just download it… it’s a huge file, 351,9 MB…. but it’s worth to wait , right??? as this software has so important in our life..

Supported operating systems: Windows 7, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows XP

just download it, and open when it’s completed …

yeah, it takes several minutes to update, after u open ….

and… here we go :

Yup…. i’ve never found any appcrash again, and NO MORE “STOPPED WORKING”…  :)

by the way, Microsoft has releases Office 2010, but i have problem, when i used word 2010, everything’s work fine in the first time i saved my *.docx ….. but i have so many problem when i open my word files in office 2007…. All the spacing was gone…

2007  and 2010 just like the same for me except the new looking of 2010, no more office button, and it’s replaced by “File”… anyway…. i loved the 2007 transparent looking , better than 2010 looking

then… it’s time to end my writing… i have to go to work..

just i hope that this  post can help u so much…. amiin :)

give me comments please.. i’d like to have many friends and discussion here… especially my  good and thankful visitor..

have a nice day u all…

Memperkenalkan Alat Penunjang Survey IRMS Kondisi Jalan (NAASRA dan RCS) untuk mendapatkan nilai SDI (Surface Distress Index) dan IRI (International Roughness Index)

Tentang Developer

Pengembang alat penunjang Survey Kondisi Jalan ini adalah Pontjo Mulyadi, BE, S.Sos. yang telah dikenal luas di seluruh Indonesia karena telah sukses dengan alat penunjang survey NAASRA (Kekasaran Jalan) yang dikenal dengan nama PAR (Positioning Accurated Roughness) dan PARVID (Positioning Accurated Roughness with Video) yang telah dijual ke banyak propinsi, diantaranya adalah Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Bali, Bengkulu, Jambi, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Jawa tengah. Pengguna Jasa kami yang pernah menyewa alat kami untuk melakukan survey tahunan IIRMS adalah Propinsi Banten, Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, etc. Bahkan ADB (Asian Development Bank) pernah menggunakan jasa monitoring control pekerjaan proyek jalan di Sulawesi dengan menggunakan alat PARVID ini.

Lebih Jauh tentang PARVID , Penjelasan Lengkap dapat meng-klik Link berikut ini :
PARVID – Solusi Keakuratan Survey Kekasaran Jalan dengan alat NAASRA untuk mendapatkan nilai IRI, GPS Tracking, dan Video Kondisi Jalan

Pengalaman selama puluhan tahun dalam bidang survey IIRMS di lingkungan Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum, dan kesuksesannya dalam mengembangkan alat yang akurat dengan ditunjang oleh video (PAR menjadi PARVID), maka developer Pontjo Mulyadi, BE, S.Sos saat ini telah membuat alat penunjang survey yang baru, yaitu alat penunjang survey IIRMS dengan spesifkasi survey RCS (Road Condition Survey) , yaitu survey kondisi jalan visual yang akan dibantu dengan alat video dan logger

COPAVID adalah alat development dari alat Logger yang saat ini telah dikembangkan untuk kepentingan pengambilan data RCS (Road Condition Survey), Logger COPAVID telah dilengkapi dengan menu-menu yang sesuai dengan Form RCS yang akan memudahkan kita untuk memasukkan data kondisi untuk menghasilkan nilai SDI (Surface Distress Index) pada setiap 100 meter, data jalan yang diambil dilihat dari 3 Video yang beresolusi tinggi (sangat tajam) yang dipasang pada mobil survey.

Lebih Jauh tentang COPAVID , Penjelasan Lengkap dapat meng-klik Link berikut ini :

COPAVID – innovasi terbaru dari PARVID – Solusi Kemudahan, Kecepatan, dan Keakuratan Survey Kondisi Jalan (RCS) IRMS untuk mendapatkan nilai SDI (Surface Distress Index)

Menghitung Kecepatan Malaikat Jibril dengan Rumus Dilatasi Waktu Einstein..

Dari judulnya aja, pasti pembaca sudah mau tertawa,…   tapi tunggu dulu.. bagi yang penasaran,  please read..  ’til the rest of my words.. ini pengetahuan yang sangat sangat berguna buat siapapun yang haus akan ilmu pengetahuan..

Pada tanggal 30 Maret 1905, 106  tahun silam di jurnal Annalen der Physik, Jerman, muncul artikel berjudul “Zur Elektrodynamik bewegter Körper” atau “On The Electrodynamics of Moving Bodies”. Kemudian artikel ini lebih dikenal karena mengusulkan teori baru, yaitu Relativitas Khusus. Penulisnya Albert Einstein, yang pada 2005 lalu, kalangan fisika sedunia merayakannya sebagai Tahun Einstein.

106 tahun silam itu adalah tahun keajaiban (annus mirabilis) Einstein. Selain makalah tentang Teori Relativitas Khusus, ia mengirimkan dua makalah besar lainnya ke jurnal yang sama: efek fotoelektrik yang mengantarkannya meraih Hadiah Nobel Bidang Fisika 1921 dan penelitian tentang Gerak Brownian.

Teori relativitas khusus bagi sebagian ilmuwan merupakan dasar kuat yang memungkinkan perjalanan waktu ke masa depan. Sepuluh tahun sebelum Einstein muncul dengan gagasannya itu, ide perjalanan waktu seperti ditulis H.G. Wells dalam novel The Time Machine adalah fiksi ilmiah yang bertentangan dengan Hukum Fisika.

Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.

Tapi ada perkecualian;  Al Qur’an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif!  Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:

“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.” (Al Qur’an, 22:47)

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Al Qur’an, 32:5)

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” (Al Qur’an, 70:4)

Nah, khusus untuk ayat terakhir QS  70:4, simak penjelasan berikut ini :

Berdasarkan QS  70:4 diatas dan rumus dilatasi waktu einstein, kita dapat menghitung kecepatan malaikat Jibril,  Diketahui dalam ayat diatas bahwa :

c=kecepatan cahaya = 3×108 m/s

u = kecepatan malaikat jibril (yang akan kita cari)

t = waktu menurut penjelajah (malaikat jibril)

t’=waktu menurut perhitungan manusia (pemuluran waktu)

Terbukti bahwa kecepatan malaikat-malaikat dan Jibril adalah sama dengan kecepatan cahaya, yaitu 3×108 m/s,  sangat logis, mengingat malaikat diciptakan dari cahaya..

Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:

“Allah bertanya: ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab: ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman: ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui‘.” (Al Qur’an, 23:122-114)

Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur’an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M

nah, dari mana rumus itu muncul???,  bagi yang masih penasaran…. baca lagi ya…

TIME DILATION

(PEMULURAN WAKTU)

Waktu selalu berjalan dalam kecepatan yang konstan. Einstein tidak berpikir demikian. Ide dia adalah semakin kita mendekati kecepatan cahaya, semakin lambat waktunya relatif dibandingkan kondisi orang yang tidak bergerak. Dia menyebutnya melambatnya waktu karena gerakan.. Bayangkan kamu berdiri di bumi, memegang jam dan teman baikmu ada di dalam roket dengan kecepatan 250.000km/detik. Temanmu juga memegang sebuah jam. Kalau kamu bisa melihat jam yang dibawa temanmu, kamu akan melihat bahwa jam itu tampak berjalan lebih lambat daripada jam kamu. Sebaliknya temanmu akan merasa jam yang ia bawa berjalan biasa2 aja (tidak melambat), dia pikir malah jam kamu yang tampak berjalan lebih lambat.

Einstein memberikan contoh untuk menunjukan efek perlambatan waktu yang dia sebut “Paradoks kembar”, Mari kita mencobanya dengan menganggap ada 2 orang kembar bernama Eyne dan Stine. Dua2nya kita anggap berumur 10 tahun.

Eyne memutuskan dia sudah bosan di bumi dan perlu liburan. Dia mendengar bahwa ada hal yang menarik di sistem bintang Alpha3, yang berjarak 25 tahun cahaya. Stine yang harus mengikuti ujian matematika minggu depan, harus tinggal di rumah untuk belajar. Jadi Eyne berangkat sendiri. Ingin sampai secepatnya di sana, dia memutuskan untuk berjalan dengan kecepatan 99,99% kecepatan cahaya. Perjalanan ke sistem bintang itu bolak balik membutuhkan waktu 50 tahun. Apa yang terjadi ketika Eyne kembali? Stine sudah 60 tahun, tapi Eyen masih berumur 10 ½ tahun. Bagaimana mungkin? Eyne sudah pergi selama 50 tahun tapi hanya bertambah umur ½ tahun!

Ide Einstein tentang waktu yang melambat tampak benar dan semua adalah teori, tapi bagaimana kamu tahu kalau dia benar? Salah satu cara adalah dengan naik roket dan memacu roket itu mendekati kecepatan cahaya. Tapi sampai saat ini, kita belum bisa melakukannya. Tapi ada satu cara untuk mengetestnya.

Bagaimana kita tahu kalau Einstein tidak salah? Percobaan ini mungkin bisa memberikan penjelasan atas idenya.

Jam atom adalah jam yang sangat akurat, bisa mengukur satuan waktu yang sangat kecil. Sepersejutaan detik bisa diukur. Di tahun 1971, ilmuwan menggunakan jam ini untuk mengetest ide Einstein. Satu jam atom diset di atas bumi, dan satu lagi dibawa keliling dunia menggunakan pesawat jet dengan kecepatan 966 km/jam. Pada awalnya kedua jam itu diset agar menunjukan waktu yang sama.

Apa yang terjadi ketika jam dibawa mengelilingi dunia dan kemudian kembali ke titik di tempat jam satunya lagi berada? Sesuai perkiraan Einstein, kedua jam itu sudah tidak menunjukan waktu yang sama. Jam yang sudah dibawa keliling dunia, menunjukan keterlambatan waktu seperberapa juta detik! Kamu mungkin bertanya kenapa kok bedanya begitu kecil? Yah, 966 km/jam cukup cepat, tapi masih belum mendekati kecepatan cahaya. Untuk melihat perbedaan waktu yang signifikan, kamu harus melaju dengan sangat lebih cepat.

Menurut Teori Relativitas Khusus, ruang dan waktu tidak absolut, melainkan relatif. Artinya, ruang dan waktu berbeda untuk setiap orang. Bagaimana seseorang mengalami kejadian dalam ruang dan waktu bergantung pada dua hal: di mana orang tersebut mengamatinya dan seberapa cepat ia bergerak bila dibandingkan dengan kecepatan cahaya.

Einstein mengamati bahwa kecepatan cahaya adalah konstan pada 299 ribu kilometer per detik. Kecepatan cahaya itu tidak akan berbeda, meskipun diamati oleh dua orang dari dua titik pengamatan yang berbeda.

Sesuai dengan rumus, kecepatan (v) adalah jarak (d) dibagi waktu (t). Jika v adalah konstan, t dan d-lah yang seharusnya berubah-ubah. Salah satu konsekuensi adalah bahwa jam yang ada di dalam sesuatu yang bergerak selalu berdetak lebih lambat ketimbang jam yang diam di tempat.

Dari sini muncul hipotesis yang terkenal ”Paradoks kembar”. Sepasang kembar dipisahkan, seorang menjadi astronot diterbangkan dengan roket berkecepatan tinggi menjelajahi galaksi dan kembali ke bumi, yang lain tinggal di bumi. Meskipun kecepatan roket mendekati kecepatan cahaya, butuh 10 ribu tahun bagi astronot itu menjelajah galaksi dan kembali ke titik tertentu di bumi. Karena geraknya relatif tinggi, usia astronot itu lebih lama ketimbang orang lain yang tinggal di bumi. Astronot akan kembali ke bumi hanya lebih tua beberapa tahun dari waktu ia meluncur. Sementara itu, saudara kembarnya sudah lama meninggal.

Prediksi melambatnya waktu juga telah dikonfirmasi melalui percobaan menerbangkan jam-jam atomik mengelilingi bumi dengan pesawat jet.

“Jika Anda terbang dengan pesawat mengelilingi bumi ke arah timur, Anda akan lebih muda 59 nanodetik ketimbang jika Anda tetap berada di rumah,” kata Dr J. Richard Gott, ahli astrofisika di Princeton University, di New Jersey, Amerika Serikat.

Rekor untuk tipe penjelajahan waktu ini, kata Gott, dipegang kosmonot Rusia Sergei Krikalev. Ia kembali ke bumi setelah tinggal di stasiun antariksa Rusia Mir selama 748 hari. Usianya menjadi lebih muda seperlima belas detik daripada jika ia tetap di bumi.

Dalam makalahnya pada 1905, Einstein juga memprediksi melambatnya waktu karena kecepatan rotasi bumi. Dengan demikian, jam di wilayah khatulistiwa berdetak lebih lambat ketimbang jam di kutub-kutub. Namun, prediksi ini ternyata kemudian salah.

Baru-baru ini dalam artikel di Physics Today, Dr Alex Harvey dari Queens College di New York dan Dr Engelbert Schucking dari New York University menegaskan bahwa Einstein tidak terkait dalam Teori Relativitas Umum, yang datang 10 tahun setelahnya. Teori Relativitas Umum menyebutkan bahwa jam-jam berjalan melambat lebih karena medan gravitasi di tempat ia berada.

Perpaduan antara penjelajahan dengan kecepatan tinggi dan efek medan gravitasi dapat diterapkan pada misi berawak masa depan ke planet Merkuri, misalnya. Menurut Gott, astronot yang ikut misi selama 30 tahun itu akan menyimpan 22 detik dari hidup seorang astronot.

Nah… ini dia asal muasalnya (penurunan rumusnya) , karena ribet buat rumus equation disini, di printscreen aja nih dari makalah saya :D , hehe…  ini juga bisa kalian dapatkan di buku kenneth krane :

dklik aja gambarnya, biar lebih jelas ;)

DAFTAR PUSTAKA

http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1133610889&8

http://www.wikipedia.org

http://www.sc.doe.gov/Sub/Newsroom/News_Releases/DOE-SC/2005/THE_TWIN_PARADOX.htm

Krane, Kenneth. FISIKA MODERN. 1990. UI Press : jakarta

The way it should be…

Sore kemarin, aku memeluk kakakku sambil menahan nyeri yang sangat hebat di leher kiriku yang memar dan pundak, dan dadaku, aku menitikkan air mata, air mata yg sangat mahal artinya untukku.. langit jingga yang sangat mendung, menebarkan suhu yang tak bersahabat untuk sekedar merileks-kan diri… Kakakku mengakselerasi kecepatan motorku yg dikendarainya menuju sebuah daerah di gegerkalong, tempat dimana ahli tulang tersohor tinggal dsana..

Sesampainya disana, telah ada pasien yg telah menunggu, satu diobati karena terjatuh dari tangga, dan satu lagi diobati karena tulang tangan kanannya copot dari pundaknya, argh betapa aku merasa bahwa sakitku tak ada apa-apanya dibanding mereka.. Aku bergumam “Innalillaahi.. Allah.. Aku kurang pandai bersyukur, aku harus lebih mensyukuri hidupku”,

Tibalah saatnya giliranku untuk disembuhkan, aku begitu takut karena aku hampir tak kuat menahan nyeri, dalam hati, lirih aku memohon “toloong, aku tak tahu lg harus kemana, hanya alamat ini satu satunya petunjuk..”..

Pak haji (begitu mereka memanggilnya, penampilannya yang ramah dan jago silat, mengingatkanku pada film “pitung”),…. Dalam beberapa detik beliau memberiku 3 butir beras yang sebelumnya dirapalkan (entah bacaan apa), dan ketika beliau bilang “telan..”… Aku kaget, seketika aku tanya lg “apa??”.. Beliau bilang “telan..”, aku menelannya sambil menggerutu dlm hati, -argh, kenapa beliau tidak memberiku butiran nasi atau dodol aja sekalian- :( aku tahu itu efek ‘placebo’ untuk pasien2nya…

Dalam seketika dia menyerang leher dan tangan kiriku ” kreek..” Ada bunyi yg menandakan tulangku digesernya, dan aku sangat berharap itu tergeser ke tempat semula, dengan gaya silatnya, dari belakang dia menyerang punggung dan tangan kananku diangkatnya, kali ini sungguh sakit, belum hilang sakitnya dia menyerang leherku dengan gaya seperti ingin mematahkan leherku ke kanan dan ke kiri, sakit…. Aku sangat takut jika bisa saja terjadi kesalahan dengan patahnya leherku, melihat dia melakukannya dengan sangat cepat.. Alhamdulillah tidak.., perlahan kemudian aku berdiri, dan aku merasa sangat “enteng”… Beliau sangat ahli dibidangnya..

Terimakasih ya Allah, atas nikmat sehat yang telah kauberikan lagi padaku, semoga aku bisa sembuh full dalam beberapa hari… Amiiiin..

Forget all about it…

Kadang banyak pertanyaan yang tak perlu kau tahu apa jawabannya…
tak peduli jika jawaban itu menyakitkanmu atau tidak…

karena waktu akan menjawab semuanya…
berharaplah bahwa jawaban itu.. walaupun menyakitkan tapi mungkin membuatmu merasa bebas..

bebas dari rasa penasaranmu akan pertanyaan “kenapa?” atau “mengapa?”..
karena dunia dibangun bukan untuk menjadikan hidupmu sempurna…

dunia dibangun agar Allah dapat membedakan mana yang takwa dan mana yang tidak..
mana yang bertaubat, dan mana yang sengaja melakukan hal terlarang, dan menjerumuskan dirinya ke lubang neraka..

Maka, Pastikan mulai saat ini, setiap pertanyaan dalam hatimu, jadikan jawabannya sebagai pemacu untuk dirimu menjadi dewasa dan selalu menjadi lebih baik…

Hanya satu pesan… Tinggalkan mereka yang hanya memanfaatkanmu, forget all about it..

Somewhere in the shadows of my mind…

Everytime i see ur face….
d beauty of ur soul had drawn me in…
Then it feels like i found something….
Something that i’ve lost in many years…
Something that makes my heart beats so fastly..

For d sake of heart that refused to freeze….
If there’s still a chance to make u mine…
‘til we make things right…
Then hold tighter on ur faith steadfastly…
That d sun will go to rise…. on a better day…
With me by ur side,,,,

Somewhere in the shadows of my mind…
There you’ll always be…
Although our love could never be…

Would u take my hand in yours???

Wishing i was there ..
Come a little closer…. let me whisper in ur ear….
‘Coz i wanna softly tell u something…
That * **** *** still…

Ketika Dualisme dan Relativitas Dunia harus ku pelajari sendiri

Ketika diri ini diajarkan tentang dualisme gelombang – partikel , mengapa tak ada yang mengajarkan aku tentang bagaimana menghadapi dualisme dunia? Tentang pertemuan – perpisahan, tentang menerima – merelakan, tentang hidup – mati , tentang cinta – benci , tentang baik – jahat , tentang tertawa – menangis, tentang perbedaan pria – wanita, tentang mengendalikan keinginan – memenuhi kebutuhan ,dan yang paling penting sekalipun : tentang Ego dan kerendahan hati.

Karena, salah satu alasan utama mengapa (kita, dia, mereka, sesuatu/seseorang) di dunia ini tidak dapat memberikan kita kebahagiaan (cinta) sejati adalah karena Allah membangun dunia diatas prinsip dualisme.

Mustahil menemukan kebahagiaan sempurna pada sesuatu, seseorang, atau kondisi di dunia ini karena sifat duniawinya. Segala sesuatu di dunia ini dapat berubah dan lenyap, masuk akal untuk memahami bahwa hal-hal yang bersifat sementara tak kan bisa memberi kita kebahagiaan abadi, hanya memberi kesenangan sementara dan semu, yang abadi hanyalah Allah, sang Khaliq.

Satu yang pernah kupelajari sekitar 10 tahun lalu, Ihsan adalah kebahagiaan sejati, untuk tingkatan ihsan, kita harus mendekat sedekat mungkin dengan Allah, satu hadist dari potongan hadits arbain : ………Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” ……..(Riwayat Muslim)

Siapapun yang telah menguasai ilmu ihsan dalam dirinya, maka takkan ada lagi yang bisa membuatnya merasa sedih, karena kita akan menutup jiwa dari dunia luar, dan membalikkan arah pandangan kepada sang Khaliq. Dikatakan, bahwa orang yang menguasai ilmu ihsan adalah orang yang sangat kuat memiliki hubungan langsung dengan Allah, dan orang lain harus sangat berhati-hati bila memiliki niat buruk terhadap orang ini.
Never too late to learn, that’s why I have to learn ihsan.

Pelajaran Pertamaku : Seni merelakan…

Banyak orang mengejar cinta, I used to think that happiness is love, masuk akal karena cinta salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidup, yang pernah aku rasakan… sampai aku rasa aku salah, karena aku terbentur oleh dualisme dunia, dalam hal ini, pertemuan – perpisahan, kebahagiaan – penderitaan, tertawa – menangis, cinta — benci .

Seseorang yang bisa sangat membahagiakan kita (baca: terbang tinggi ke langit), akan sangat mungkin bisa membuat kita menderita (baca: dihempaskan ke bumi).

Aku sendiri, sebagai seorang adik yang tumbuh dengan 6 kakak, memperhatikan mereka bagaimana mereka menjalani hidup, aku pernah melihat Almarhum A iip- (Syaiful Anwar, semua beliau bahagia di surga-Nya,Amin) bagaimana dia menghadapi kekecewaan dan merelakan, He proud about what he have that time dengan tidak memperdulikan “who left him behind”, dan dia cukup berprinsip bersikap meninggalkan (baca: merelakan) semua orang yang pernah mengecewakannya tanpa pernah menoleh ke belakang, waktu itu aku masih terlalu kecil untuk mengambil kesimpulan, aku hanya berfikir, betapa keren-nya dia bisa bersikap acuh seperti itu terhadap orang yang pernah dia sayang, dan betapa dia satu dari kakakku yang paling tampan dan mapan saat itu, dan aku berfikir, betapa ruginya perempuan yang kehilangannya.

Ingatan masa kecilku membuatku berfikir, bisakah aku menjadi orang berprinsip seperti kakakku?? Yang sekali aku pernah membuat keputusan, maka aku akan terus konsisten dengan keputusanku tanpa menghiraukan perasaan dan apapun yang terjadi di luar diriku.

Dia mengajarkanku bagaimana caranya “membiarkan semua perasaan itu jatuh ke bawah seperti batu yang tercebur ke dalam air, dan membiarkan diriku bebas”

Pelajaran keduaku : Karena kita bukan pengendali dunia

Kita datang ke dunia ini sendirian, kita menjalani hidup sendirian, kita pulang ke alam baka sendirian… (ini bukan kata-kata syirik kecil, kita semua tahu kalau kita tak pernah sendiri, melainkan Allah selalu bersama kita) – La tahzan, innallaaha ma’anaa, pelajaran sirah nabawiyah mengajarkanku bahwa kata itulah yang dikatakan Rosulullah kepada Abu bakar dalam gua, dan Allah menyelamatkan mereka dengan jaring-jaring spider… bukan penyelamat hero spiderman, tapi benar-benar laba-laba, hehe…

Aku berfikir, disaat seseorang menyakiti kita, kita menangis, terpuruk, sedih, siapa yang bisa menolong kita selain Allah? Adakah dia, seseorang yang selalu kau sayang sepenuh hati peduli bahwa dia telah menyakiti hatimu? Adakah dia peduli apa efeknya bagimu?

Jebakan dualisme dunia seperti fatamorgana, tak akan ada habisnya jika dunia yang dicari

Pertemuan – perpisahan , kebahagiaan – penderitaan, cinta – benci ,akan selalu ada.

Read this fact:

-Kesenangan dan penderitaan tidak terpisahkan

-Kesenangan dan penderitaan bersifat sementara

-Kesenangan berakhir setelah sekian waktu

-Semakin menyenangkan, semakin diinginkan

-Pacuan tiada akhir terhadap objek kesenangan

-Lebih banyak waktu dan biaya terbuang dalam mengejar kesenangan daripada menikmatinya

-Kesenangan yang sesungguhnya selalu bernilai kurang dari kesenangan yang dibayangkan

Kita tak akan bisa menghindarinya, karena kita memang bukan pengendali dunia.

Seperti kata-kata Er.M.K.Gupta dalam bukunya : “Janganlah membuang tenaga, pikiran dan biaya untuk mengubah kondisi/lingkungan di luar kita, tapi fokuslah pada perubahan diri kita dalam sikap, mental, dan pola reaksi berdasarkan pengetahuan yang benar. Peristiwa di luar itu tidaklah pernah sebegitu penting, yang penting adalah reaksi kita terhadap mereka, betapapun kerasnya realitas dan kenyataan di luar diri kita, sikap kita terhadap semua itulah yang lebih penting”

Relativitas dunia

Sungguh akan sangat keren bila Einstein juga merumuskan relativitas dunia secara global, setelah dia mengajarkan dunia bagaimana menghitung relativitas waktu berdasarkan kecepatan cahaya.

Dunia selalu mengajak kita menginginkan hal hal lebih dari apa yang sudah kita peroleh, karena hal-hal duniawi itu relatif sifatnya, Apapun yang kita peroleh, akan selalu ada yang lebih baik dibandingkan hal-hal yang sudah kita dapatkan, lalu kita akan beralih pandangan kepada yang lebih baik.

The last words, Semoga note ini bisa menjadi pengingatku disaat aku mengalami pelemahan jiwa ;)

Amin.

Disguise..

Have you ever felt some kind of emptiness inside
You will never measure up to those people
You must be strong, can’t show them that you’re weak
Have you ever told someone something
That’s far from the truth
Let them know that you’re okay
Just to make them stop
All the wondering, and questions they may have

I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come

Have you ever seen your face,
In a mirror there’s a smile
But inside you’re just a mess,
You feel far from good
Need to hide, ‘cos they’d never understand
Have you ever had this wish, of being
Somewhere else
To let go of your disguise, all your worries too
And from that moment, then you see things clear

I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come

Are you waiting for the day
When your pain will disappear
When you know that it’s not true
What they say about you
You could not care less about the things
Surrounding you
Ignoring all the voices from the walls

I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come
I’m okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I’ll be honest with you
Still we don’t know what’s yet to come